Meraih Prestasi Lewat KTI

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Majalengka membina kegiatan penelitian dan menulis ilmiah. Setiap siswa anggota KIR diharapkan dapat menghasilkan minimal satu karya tulis ilmiah (KTI). Beberapa KTI telah diikutsertakan dalam lomba dan berhasil mendapat kejuaraan.


Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 1 ayat (1) dijelaskan bahwa "Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara". Jadi pada akhirnya tujuan pendidikan adalah memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara yang baik.

Dalam menghadapi tantangan global saat ini, khususnya tuntutan akan pendidikan yang bermutu menjadi mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar, maka pembaharuan pendidikan perlu dilakukan secara terencana, terarah dan berkesinambungan. Agar setiap lembaga selalu berupaya memberikan penjaminan mutu kepada pihak-pihak yang berkepentingan atau masyarakat dengan melakukan pemenuhan standar nasional pendidikan yang terdiri dari delapan pilar standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan secara nasional telah dilakukan. Salah satu agenda yang sedang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia termasuk kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) setiap tahunnya menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Tingkat Nasional dan OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) Tingkat nasional dengan penyelenggaranya KEMENDIKNAS, ini ajang bergengsi yang sangat diminati setiap sekolah untuk masuk lolos final ke LKIR LIPI atau OPSI KEMENDIKNAS, OPSI adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Sebelum dinamakan OPSI, kegiatan ini dahulu bernama LPIR (Lomba Penelitian Ilmiah Remaja) yang berlangsung sejak tahun 1972. seiring berjalannya waktu, LPIR dirasa perlu adanya inovasi perubahan, perubahan terjadi di aspek sistem format kegiatannya, karena diajang ini siswa yg lolos finalis 3 besar nanti ikut lomba lagi Tingkat Internasional baik LKIR LIPI maupun OPSI.

Karya Tulis Ilmiah adalah tulisan tentang ilmu pengetahuan yang menyampaikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Rosidi, 2009: 16). Seseorang untuk menulis (penulis pemula) memang merasa berat karena mungkin dipikirannya apa yang mau ditulis dari mana dulu arahnya, dan bla, bla...... memang untuk menulis, terutama karya tulis ilmiah yang pertama ada niat dan semangat dulu, yang kedua ada kemauan dan banyak buku literaturnya, yang ketiga tujuan menulis untuk apa. Di SMAN 1 Majalengka ada extrakurikuler yang menghimpun siswa-siswa yang berminat dan mau mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, potensi tersebut yaitu dalam penulisan dan penelitian. Program Pembinaan Penelitian Ilmiah yang ada di SMAN 1 Majalengka tergabung dalam Ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remeja (KIR).

Tujuan membuat Karya Tulis Ilmiah untuk Siswa SMAN 1 Majalengka yang tergabung dalam kegiatan extrakurikuler KIR adalah:

  1. Mengikuti lomba-lomba Tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional Melatih diri membiasakan menulis, melatih mengungkapkan ide pemikirannya.
  2. Menumbuhkan kebiasaan menulis untuk siswa sehingga merasa terbiasa dengan membuat makalah2 yang ditugaskan guru, dan terbiasa mengikuti lomba2 KTI (Karya Tulis Ilmiah).
  3. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Penelitian Ilmiah.
  4. Pembekalan Keterampilan tentang Penelitian Ilmiah (scientific research) sebagai bekal dalam mensikapi perkembangan ilmu dan teknologi dalam penelitaian yang bersifat akademik yang dapat dikembangkan lebih lanjut di tingkat pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi).
  5. Memotivasi siswa KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) SMAN 1 Majalengka untuk berkreasi dalam berbagai bidang ilmu sesuai dengan minat dan bakatnya.
  6. Menjaring siswa yang memiliki bakat dan kemampuan dalam bidang penelitian.
  7. Menumbuhkembangkan budaya meneliti di kalangan siswa SMAN 1 Majalengka.
  8. Mendapatkan hasil penelitian yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.
  9. Mendorong Siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil penelitiannya secara baik dan efektif.

Prestasi siswa SMAN 1 Majalengka yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja selama 2 tahun terakhir yaitu:

NoPrestasi
1 Juara ke-3 KTI Tingkat Nasional Tahun 2014 Di UNJ Jogjakarta, dengan judul KTI "Pemanfaatan Sterefum yang Ramah Lingkungan"
2 Juara ke-3 se-JABAR Tahun 2014 Lomba KTI di UNPAD Bandung dengan judul KTI "Kesenian Gembyung Warisan Budaya Majalengka"
3 Masuk Final 10 besar di UPI Bandung Tahun 2015 dengan judul KTI "Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai energi listrik"
4 Mengikuti PIRN XIV di Tasikmalaya (Perkemahan Ilmiah Remaja) Tahun 2015 Tingkat Nasional penyelenggara LIPI Jakarta.
5 Juara ke-2 Tingkat Jawa Barat Tahun 2015 Lomba KTI di UNPAD Bandung dengan judul "Pelestarian dan Pengembangan Gula Cakar sebagai makanan tradisional Majalengka"
6 Masuk semifinal KTI di UI Jakarta, November 2015.
7 Masuk semifinal KTI di UGM (epsilon) Jogjakarta bulan januari 2016, Judul KTI "Unweary shoes with electric power"
8 Masuk semifinal KTI Tahun 2016 di UPI Bandung.
9 Masuk 19 terbaik KTI bidang IPH (Ilmu Pengetahuan Hayati) LKIR LIPI Ke-48 TAHUN 2016 dari 3024 karya yang masuk ke LIPI dan sedang menunggu pengumuman masuk final.

Demikianlah uraian singkat mengukir prestasi lewat Karya Tulis Ilmiah, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi untuk siswa-siswa SMAN 1 Majalengka lainnya.
(Dok- Ai Nurlina)