Pengantar Kepala Sekolah

Sekolah ibarat taman. Pada tahun 387 SM Plato mendirikan 'sekolah' yang diberi nama Akademia di Athena. Aristoteles belajar di akademi Plato selama dua puluh tahun (367 BC - 347 SM) sebelum ia mendirikan sekolahnya sendiri. Sekolah milik Plato itu wujudnya berupa taman. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.
Dan Rasulullah pernah bersabda, "Jika kalian melewati taman syurga maka berhentilah."
Mereka bertanya, "Apakah taman syurga itu?"
Beliau menjawab, "Halaqoh dzikir (majelis Ilmu)."
(Riwayat At-Tirmidzi)


Sekolah ibarat taman.
... sebuah tempat yang indah, yang mampu memberikan kesegaran, yang bisa
menajamkan intuisi, yang mampu menumbuhkan inspirasi,
serta menanamkan motivasi diri yang tumbuh perlahan,
kemudian menjadi kokoh untuk menunjukkan diri
yang layak sesuai dengan martabat manusia.
*
Taman juga sebuah tempat bermain bersama dengan orang lain.
Ada interaksi, ada pembelajaran, ada nilai, ada keteladanan yang dapat dipetik
bersama orang lain. Dari permainan di taman, tak akan lahir manusia-manusia yang individualistis yang memandang remeh orang lain. Sebab, dari
banyak macam karakter manusia
seharusnya kita mampu belajar memetik hikmah untuk
meninggikan kualitas diri dalam bermasyarakat ... .
*
SMA Negeri 1 Majalengka sebagai sekolah rujukan membawa beban amanat
yang cukup berat. Tanggungjawab terhadap semua pihak yang terkait, siswa,
orang tua, stakeholder, lembaga mitra, dan tentu pemerintah, harus
diwujudkan sebagai sebuah konsekuensi
berupa tanggungjawab moral dan administratif.
Satu hal yang dipercaya akanmembuat segala hal menjadi ringan
adalah kebersamaan semua pihak.
Tanggungjawab kami yang paling besar adalah mengantarkan parasiswa
untuk dapat meraih mimpi dan cita-cita yang telah
mereka tanam dalam diri masing-masing.
Namun yang paling harus dipahami adalah kesuksesan para siswa
sangat tergantung kepada sebesar apa mereka menanamkan motivasi untuk
sukses,
baik sukses selama di almamater ini, sukses selepas dari almamater ini,
serta sukses ketika mereka manjadimanusia-manusia dewasa.

Hj. Aah Suniah, S.Pd.
Kepala Sekolah